Rasanya tidak enak seperti ini..
Berada di dalam sebuah pilihan sulit yang sulit diputuskan..
memilih antara perasaan yang harus dikorbankan karena pandangan orang lain..
atau menerimanya kembali meskipun harus mendengar banyak cercaan dari orang lain..
Rasa sayang,, rasa cinta yang sudah lama tumbuh,,
harus tiba-tiba dihilangkan karena sakit hati yang begitu sempurna untuk sekian kalinya
dia berikan kepadaku..
Rasanya bagai kesambar petir disertai hujan..kemudian datang banjir..
Pernyataan "aku sudah tidak sayang kamu" diberikan oleh dia kemudian disusul oleh air mata..
Sakitnya bukan main.. lebih parah daripada diselingkuhi..
Mau tidak mau aq harus merelakannya..
Ku pikir sudah tidak mungkin lagi diteruskan..
Daripada hanya hubungan semu yang aku dapatkan disertai dengan kebohongan..
Ya sudah mau tidak mau harus diakhiri..
Lalu ingin rasanya aku umumkan perasaan sakitku ini ke semua orang.
Ingin kuluapkan rasa benci dan sakit hatiku kepadanya..
Biar semua orang tahu apa yang sudah dia lakukan kepadaku..
dan akhirnya,, sekarang dia mendapat pandangan yang berbeda dari orang-orang yang mengerti
tentang situasiku saat itu...
Tiba-tiba..
Untuk sekian kalinya dia datang kembali..
mengulang kembali hal yang sering seorang pecundang lakukan..
Menjilat ludahnya sendiri..
Dia datang kembali..
Meminta maaf..
dan meminta aku kembali kepadanya..
Seperti dulu lagi..
Huufftt...sakit yang sudah dia buat..dan kata-kata yang sudah dia nyatakan ditarik kembali!!!
Sial!!!
Aku manusia..punya perasaan!!!
Selalu begitu dan sering sekali dia lakukan itu kepadaku..
Merayu dengan wajah innocence..
Merengek dengan muka memelas...
Menangis seperti anak kecil gak dibeliin mainan...!!!
Huaaaaaaaaaaa..... rasanya sangat sangat sangat tidak tega..
Perasaan memang tidak bisa dibohongi..
Tidak mungkin menghilangkan rasa sayang yang sudah 6 bulan ku berikan kepadanya begitu saja..
tetapi aku sudah tidak ingin lagi dianggap perempuan bodoh oleh teman-temanku..
Yang hobinya putus nyambung..
Rasanya sudah capek mendengar omongan orang..
"Aahhh...ntar juga nyambung lagi"
"Kan udah biasa tu sebulan sekali pasti putus"
"Kamu kan hobi putus nyambung kayak gitu"
Ini bukan aku yang mau!!! Aku tidak pernah ngucapin kata putus tanpa mikir dulu..
Aku tidak seperti dia,,yang setiap sebulan sekali pasti mengucapkan kata'putus' tanpa beban!!
Itu dia yang mau,, bukan aku!!!
Hah..rasanya sudah malas mendengar kalimat-kalimat seperti itu lagi..
Ya sudahlah.. terserah kamu mau apa.
Pokoknya aku sudah bertekad tidak mau mengangguk bilang'iya' lagi!!!
Mau kamu jedotin kepala ke tembok terus sampai berdarah-darah,,
Mau kamu tinju mukamu terus-terusan sampai biru-biru..sampai gigimu mau copotlah,,,
Mau kamu pecahin kaca lagi buat ditusukin ke nadimulah...
Terserah!!! Aku sudah jera...
Aku sudah tahu senjata-senjata pamungkasmu untuk membuat aku merasa kasihan padamu.
Tetapi sekali lagi,,
Perasaan dari dalam diri ini sangat sulit untuk dibohongi..
Perang batin sedang melanda!!!
Bingung...Aku bingung!!!
Rasanya hidup kosong tanpa dia...
Aneh rasanya..
Tuhan..tolonglah aku..
Aku harus bersikap bagaimana sekarang???
Menjadi pembohong bagi diriku sendiri???
Ataukah menjadi pembohong bagi orang lain???
1 komentar:
hehe.. sabar.. perjalanan hidup memang penuh misteri.. ;)
salam kenal...
mampir ke rumahku juga ya..
artiqels.co.cc
see you there.. ;)
Posting Komentar